Kepada Senja, Aku Belajar Tentang Sebuah Kata “Rela” Senja adalah sebuah pembatas antara siang dan malam. Senja adalah pemisah, agar keduanya tidak berjumpa. Senja, sebuah penanda berakhirnya cerita. Hadirnya seperti sebuah kata pinta agar sang mentari segera menggelamkan dirinya. Membuat cahaya mentari itu meredup dan membiarkan awan menjadi penguasa sang langit. Senja adalah satu dari titah-Nya, tak ada satupun yang dapat menolaknya. Bahkan senja itu sendiri pun harus menerima. Hadirnya bagai pengundang sang pelukis dunia yang namanya tersohor dimana-mana, yang mampu melukis warna sang langit berwarna jingga. Hingga setiap mata yang melihatnya pasti begitu terpesona. Bagaimanakah definisi yang tepat untuk senja? Mentari yang meninggalkan sang langit ataulah sang langit yang meninggalkannya demi sang rembulan? Mungkin yang tepat adalah bulanlah yang memisahkan mereka. Atau justru tidak pula semuanya? Semua hanya menjalankan titah-Nya tanpa penolakan dan tanpa negosias...
Komentar
Posting Komentar