Kepada Senja, Aku Belajar Tentang Sebuah Kata “Rela” Senja adalah sebuah pembatas antara siang dan malam. Senja adalah pemisah, agar keduanya tidak berjumpa. Senja, sebuah penanda berakhirnya cerita. Hadirnya seperti sebuah kata pinta agar sang mentari segera menggelamkan dirinya. Membuat cahaya mentari itu meredup dan membiarkan awan menjadi penguasa sang langit. Senja adalah satu dari titah-Nya, tak ada satupun yang dapat menolaknya. Bahkan senja itu sendiri pun harus menerima. Hadirnya bagai pengundang sang pelukis dunia yang namanya tersohor dimana-mana, yang mampu melukis warna sang langit berwarna jingga. Hingga setiap mata yang melihatnya pasti begitu terpesona. Bagaimanakah definisi yang tepat untuk senja? Mentari yang meninggalkan sang langit ataulah sang langit yang meninggalkannya demi sang rembulan? Mungkin yang tepat adalah bulanlah yang memisahkan mereka. Atau justru tidak pula semuanya? Semua hanya menjalankan titah-Nya tanpa penolakan dan tanpa negosias...
Hal yang perlu kita ketahui supaya di sukai banyak teman. Kita harus berbicara apa adanya Usahakan selalu membantu teman yang kesulitan. Menerima teman kita dengan apa adanya. Tidak usah membicarakan kejelekan teman kita. Selalu ada ketika teman kita membutuhkan. Kita harus menjadi pendengar yg baik ketika teman kita lagi curhat Selalu ramah Tidak membeda bedakan teman. Cukup sekian ya teman" semoga bermanfaat dan menjadi teman yg baik:)
Komentar
Posting Komentar